Rabu, 10 September 2014

132. Mewaspadai Tipu Daya Musuh


Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
Di Masjid Al Munawwarah
Jorong Sungai Lasi Nagari Pianggu
Kecamatan IX Koto Sungai Lasi
Kabupaten Solok Sumatera Barat

Tanggal 12 September   2014.M /17 Zulqaidah 1435.H


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Jama’ah shalat jum’at yang berbahagia,
Bertakwalah kepada Allah. ketahuilah, sejak dahulu hingga sekarang, sesungguhnya musuh-musuh Islam selalu berniat melenyapkan Islam dan kaum muslimin. Mereka melakukannya dengan berbagai cara. Allah meminta kita agar waspada terhadap makar-makar mereka. Allah ‘Azz wa Jalla berfirman,

وَدُّواْ لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَاء
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…” (QS. an-Nisa’: 89)

Namun atas izin Allah, upaya mereka selalu gagal. Allah ‘Azz wa Jalla telah memupus rencana jahat mereka, sehingga Islam tetap eksis.

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
“Mareka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.” (QS. at-Taubah:32)

Ketika mereka merasa lemah menghadapi kaum Muslimin dengan peperangan, maka musuh-musuh itu mencoba mencari cara lain. Yaitu dengan menyebarkan propaganda-propaganda pemikiran-pemikiran yang merusak dan menyesatkan ke berbagai penjuru. Mereka melakukannya dengan tipu daya.

Di antaranya, mereka menyebarkan pemikiran bathil, seperti anggapan bahwa semua agama adalah sama. Musuh-musuh Islam berpropaganda bahwa agama Yahudi, Nashrani dan Islam adalah agama wahyu. Sehingga di antara pemeluknya harus saling bersaudara, dan saling kasih-mengasihi.
Secara sepintas, pemikiran ini nampak bisa dibenarkan. Akan tetapi, jika dicermati, di balik pemikiran itu ada tujuan yang sangat menyesatkan. Yakni melenyapkan hakikat agama Islam, tidak mengakui Islam sebagai agama penutup dan penghapus agama-agama sebelumnya. Padahal tidak ada agama yang sah untuk diikuti di akhir zaman ini kecuali Islam. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. ali ‘ImRan: 85)

Jama’ah shalat jum’at yang berbahagia,
Demikianlah, Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad ini sebagai penutup sekaligus penghapus agama-agama sebelumnya. Jika kenyataan pada saat ini, agama-agama selain Islam itu masih ada sampai sekarang, misalnya Yahudi dan Nashrani, maka sebenarnya agama itu sudah tidak murni lagi sebagaimana saat diturunkannya pertama kali. Agama Yahudi dan Nashrani sudah mengalami perubahan dan penyelewengan. Agama itu sudah tidak terpakai lagi dan sudah digantikan oleh Islam. Sehingga hukum orang yang tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, berarti ia kufur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَ يَسْمَعُ بِى يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ لاَ يُؤْمِنُ بِالَّذِى جِئْتُ بِهِ إِلاَّ دَخَلَ النَّارَ
“Tidak ada seorangpun dari Yahudi maupun Nashrani yang telah mendengar kabar tentang aku, kemudian ia tidak beriman terhadap yang aku dakwahkan, kecuali ia akan masuk neraka.”

Sebaliknya, bagi mereka yang ikhlas mau mengikuti Nabi Muhammad, maka Allah menjanjikan untuk mereka kebahagian dan keselamatan. Allah subnahu wata’ala berfirman,

“ (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan  mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-A’raf:157)

Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia,

Termasuk di antara makar dan tipu daya mereka, yaitu tentang HAM (Hak Asasi Manusia). Padahal, Islam sendiri, sebenarnya lebih dahulu melindungi hak asasi manusia dan bukan agama yang lain. Allah yang menciptakan manusia, maka Allah jugalah yang akan melindungi hak asasi itu, dengan syarat, seseorang itu mau beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Rasul-Nya.

Allah mensyari’atkan hukuman mati bagi seseorang yang keluar dari Islam. Hukuman ini, ialah upaya kongkrit dalam melindungi hak asasi manusia; hak yang paling esensi, yaitu keyakinan dan kepercayaan yang dimiliki seorang muslim. Adakah hak asasi yang lebih berharga dari sebuah keyakinan dan kepercayaan?
Allah mensyariatkan hukuman mati untuk seorang pembunuh karena perbuatan zhalimnya, maka hukuman ini bertujuan untuk menjaga nyawa manusia yang lain.

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاْ أُولِيْ الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa.” (QS. al-Baqarah:179)

Allah juga mensyariatkan rajam maupun cambuk bagi pezina, hukum mati bagi pelaku homo; semua itu untuk melindungi kehormatan dan harga diri manusia. Hukum potong tangan bagi pencuri untuk melindungi harta. Hukuman bagi pecandu narkoba, untuk melindungi akal, dan demikian seterusnya. Tapi musuh-musuh Islam membalikkan fakta, mereka menuduh orang-orang yang berpegang teguh dengan syariat Islam sebagai teroris yang membahayakan dan harus dimusuhi, dilenyapkan, bahkan tidak punya lagi hak asasi yang harus dilindungi.

Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia,

Propaganda musuh-musuh Islam yang lainnya, yaitu emansipasi atau kebebasan bagi kaum wanita. Kebebasan keluar rumah dengan membuka aurat, bekerja di luar rumah tanpa ada kebutuhan yang diperbolehkan syariat, sehingga anak-anaknya ditelantarkan, tanggung jawab sebagai istri dan ibu rumah tangga diabaikan.
            Menurut mereka, kebebasan inilah sebagai hak-hak wanita yang harus dilindungi. Di balik itu semua, tujuan mereka yang sebenarnya ialah ingin merendahkan wanita, merusak akhlak, agama dan jasad mereka. Wanita dijadikan sebagai komoditi perdagangan yang tidak ada harganya, tempat pelampiasan hawa nafsu belaka.
Propaganda menyesatkan ini, sangat berbeda dengan pandangan Islam. Agama Islam sangat menjaga kehormatan dan harga diri seorang wanita. Dia tidak dibolehkan keluar rumah tanpa ada tujuan yang jelas dan syar’i. Wanita dalam Islam hidup penuh dengan kemuliaan, terjaga; hidup sebagai seorang ibu, hidup sebagai seorang istri, hidup sebagai saudari, dan sebagai kerabat; ia sangat dimuliakan. Dia bertanggung jawab terhadap rumah, menjaga amanah terhadap harta dan rahasia maupun kehormatan suami.

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ
“…maka Wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka…” (QS. an-Nisa’ : 34)

Jama’ah shalat Jum’at yang mulia,
Dengan gencarnya, musuh-musuh Islam melancarkan propaganda. Mereka memanfaatkan berbagai media informasi, baik cetak maupun elektronik. Dengan sarana ini, mereka menyebarkan bermacam bentuk kekufuran, dan kemaksiatan, mempertontonkan aurat dan pergaulan bebas. Ini semua sudah menjadi sajian yang setiap saat disaksikan semua orang dari berbagai kalangan umur, hingga seakan-akan rumah itu menjadi pasar tempat menjajakan perbuatan syirik, kriminalitas, kekejaman, kekejian, perbuatan cabul, dan semua bentuk kemaksiatan.
Dengan gigihnya, musuh-musuh Islam juga berusaha menyebarkan ke tengah-tengah kaum muslimin, khususnya kaum mudanya berupa obat-obat terlarang. Mereka rela mengalami kerugian jutaan dolar, bahkan miliyaran, asalkan narkoba itu sampai di tangan generasi muda muslim. Tujuan utamanya ialah menghancurkan kekuatan dan keimanan kaum muda Islam. Maka, seharusnya kita menyadari semua itu. Dan bersabarlah dalam menjalankan agama Islam ini. Peganglah kuat-kuat syariat-syariatnya, dan tetaplah bertakwa kepada Allah.
وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً إِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
“…Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS.Ali ‘Imran:120)

Jama’ah shalat Jum’at yang dimuliakan,
Dalam menghadapi tipu daya musuh, justru yang dikhawatirkan ialah kaum muslimin itur. Mereka akan mendapatkan dampak negative, disebabkan syubhat-syubhat yang dihujamkan ke dada kaum Muslimin, sehingga menjadi penyebab tercabutnya Islam dan keimanan dari rumah-rumah kita.

Oleh karena itu, waspadalah kita terhadap bahaya musuh-musuh Allah. Ketahuilah, hidup kita pada zaman ini tidak luput dari bahaya tersebut. Penampilan musuh-musuh Allah bisa saja menampakkan perbuatan shalih dan jujur, bahkan mereka bisa saja bekerja sama denga kita. Meski demikian, kita jangan sampai  terpedaya dengan penampilan mereka yang kelihatan indah dan menarik, Karena dibalik semua itu adalah kebathilan.

[Waspadai Tipu Daya Musuh, Majalah as-Sunnah, Solo. Edisi 02/XII/Jumadal Ula 1429H/Mei 2008M]
.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَالْعَصْرِ، إِنَّ الإِنسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ، إِلاَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.





131. Syirik kecil adalah dosa besar

Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
Di Masjid Babus Salam
Jorong Pianggu Nagari Pianggu
Kecamatan  IX Koto Sungai Lasi
Kabupaten Solok Sumatera Barat

Tanggal 03 Zulqaidah   1435.H / 29 Agustus  2014.M


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

أَمَّابَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْم

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ
 فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا


Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at yang Dirahmati Allah!

Sudah kita maklumi bersama bahwasanya tidaklah Allah mengutus seorang rasul kecuali Dia memerintahkan rasul tersebut agar mengajak kaumnya kepada tauhid, yakni memurnikan ibadah dan penyembahan hanya kepada Allah semata.Perintah untuk bertauhid ini secara otomatis mengandung konsekuensi logis berupa larangan keras dari berbuat syirik atau menyekutukan Allah dengan selainNya.Oleh karena itu hadirin sekalian, seluruh ulama sepa-kat bahwa tidak ada amalan yang paling utama melebihi tauhid dan tidak ada dosa paling besar yang melebihi syirik.

Syirik merupakan dosa terbesar di antara dosa-dosa besar, merupakan amal perbuatan yang terburuk, kezhaliman yang paling besar, dan syirik akbar yang akan menjadi sebab hancurnya seluruh amalan seseorang. Begitu banyak ayat-ayat dalam al-Qur`an yang menggambarkan kepada kita tentang buruknya perilaku syirik ini. Di antaranya adalah ayat yang menjelaskan kepada kita bahwa syirik merupakan dosa yang tidak terampuni, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata'ala :

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." (An-Nisa`: 48).

Lalu Allah juga menjelaskan kepada kita semua, bahwa orang yang berbuat syirik berarti dia berada dalam kesesatan yang sangat jauh. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا
"Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (An-Nisa`: 116).

Dan yang lebih mengerikan lagi, hadirin sekalian! Allah Subhanahu Wata'ala telah memvonis haram masuk surga bagi para pelaku kesyirikan. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَالِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun." (Al-Ma`idah: 72).

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Setelah kita memperhatikan penjelasan ayat-ayat di atas, maka sepantasnyalah kita semua selalu waspada dan berhati-hati dari perbuatan syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil. Syirik besar insya Allah mayoritas kita kaum Muslimin sudah maklum, seperti meminta dan berdoa kepada selain Allah, meyakini ada pencipta dan pemelihara alam selain Allah, berkeyakinan bahwa selain Allah ada yang berhak diibadahi, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Namun jama'ah sekalian, syirik kecil terkadang lepas dari perhatian kita, atau minimalnya kita kurang memberikan perhatian sesuai dengan porsinya dalam masalah ini.Sehingga kalau kita mengamati di sekeliling kita, ternyata masih ada saja sebagian saudara-saudara kita kaum Muslimin yang terjebak dalam syirik kecil tanpa mereka sadari.Padahal syirik kecil ini merupakan salah satu hal yang sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam dan dapat menjadi wasilah atau perantara kepada syirik besar.

Jama'ah yang dirahmati Allah!
Walaupun syirik kecil ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari Islam dan tidak menyebabkan kekal di neraka, tetapi ia merupakan kaba`ir atau dosa besar. Penamaan sebagai syirik kecil di sini hanyalah untuk membedakan jenis syirik saja, bukan merupakan penggolongan sebagai dosa kecil.Jadi sekali lagi perlu kita perhatikan dan kita tekankan melalui mimbar ini, bahwa syirik kecil adalah termasuk salah satu dosa besar, bukan dosa kecil. Al-Imam adz-Dzahabi rahimhullah di dalam kitabnya al-Kaba`ir telah menghimpun kurang lebih 70 an jenis dosa besar. Dan beliau telah menempatkan syirik di dalam kitab tersebut pada urutan yang pertama, dan masuk di dalamnya adalah syirik kecil.Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita semua untuk bodoh dari syirik kecil ini, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memberikan perhatian terhadap masalah ini.

Selanjutnya Ma'asyiral Muslimin! Melalui mimbar ini khatib akan menyebutkan beberapa contoh syirik kecil yang mungkin masih banyak terjadi di tengah-tengah kita. Dengan harapan agar menjadi tambahan ilmu bagi kita yang belum mengetahui, akan menjadi pengingat bagi kita yang lupa, dan memperkuat ingatan bagi kita yang telah mengetahuinya.

Di antara contoh bentuk syirik kecil adalah riya` dalam beribadah, yaitu seseorang melakukan suatu ibadah atau bentuk pendekatan diri kepada Allah namun di samping itu dia bertujuan agar dilihat atau dipuji oleh sesama manusia.Ini merupakan bentuk syirik yang tersembuyi (syirik khafi) yang sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam menimpa para sahabat beliau. Bila para sahabat masih dikhawatirkan akan tertimpa hal ini, maka bagaimanakah lagi dengan kita semua yang sangat jauh keimanannya dibandingkan mereka. Sungguh kita harus sangat lebih takut jika hal ini menimpa kita semua.Di antara caranya adalah dengan banyak berlindung kepada Allah dari syirik, baik syirik yang kita ketahui maupun yang tidak kita sadari. Lalu kita harus senantiasa memperbaiki niat dan keikhlasan kita dalam setiap amal perbuatan yang kita lakukan, kita sadari penuh bahwa hanya Allah-lah yang paling berhak mendapatkan segala bentuk peribadatan, sedangkan manusia sama sekali tidak berhak, mereka semua sama sebagai hamba di hadapan Allah, maka janganlah sekali-kali kita mencari muka dan pujian di hadapan manusia dalam ibadah yang kita lakukan.

Di antara bentuk syirik kecil yang lain adalah bersumpah dengan menyebut selain Allah. Berkenaan dengan ini, maka telah terdapat hadits Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam yang sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa hal itu termasuk kekufuran atau kesyirikan. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

مَنْ حَلَفَ بِغَيِر الله فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ.
"Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka sungguh dia telah kafir atau telah syirik." (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Kemudian contoh lain dari syirik kecil yaitu ucapan, "Atas kehendak Allah dan kehendak anda (kehendak Fulan)," atau ucapan, "Kalau bukan karena Allah dan fulan," "Ini adalah berkat pertolongan Allah dan fulan," serta ucapan-ucapan semisal itu, yang intinya ada semacam pensejajaran antara Allah dan manusia. Ucapan semacam ini adalah ucapan syirik, oleh karena itu harus diluruskan.Yang benar dari ucapan di atas adalah, "Atas kehendak Allah kemudian kehendak anda."Atau, "Kalau bukan karena Allah kemudian karena anda," atau, "Berkat pertolongan Allah kemudian per-tolongan anda" demikian seterusnya. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam telah bersabda :

لاَ تَقُوْلُوْا مَا شَاءَ الله ُ وَشَاءَ فُلاَنٌ ولكن قُوْلُوْا مَا شَاءَ الله ُ ثُمَّ شَاءَ فُلاَنٌ.
"Janganlah kalian semua mengucapkan, 'Atas kehendak Allah dan kehendak Fulan', tetapi katakanlah, 'Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak Fulan'."(HR. Ahmad dan Abu Dawud, dan merupakan hadits shahih).

Dengan ucapan ini, maka kita terhindar dari kesyirikan dan sekaligus kita tidak lupa mengucapkan terima kasih atas jasa atau bantuan yang diberikan oleh orang lain kepada kita, sehingga dua tujuan dapat tercapai sekaligus.

Contoh lain dari syirik kecil adalah tathayyur, yaitu merasa sial atau naas karena melihat jenis burung tertentu, dan termasuk juga binatang lain secara umum, merasa sial dengan angka tertentu, hari dan tanggal tertentu, dan lain sebagainya. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam telah bersabda, dari Ibnu Mas'ud secara marfu' :

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلَّا, ولكن الله عَزَّ وَجَلَّ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.
"Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik. Dan tidak ada seorang pun dari kita, kecuali (terbersit dalam dirinya sesuatu dari hal itu), akan tetapi Allah ‘'Azza Wajalla menghilangkannya dengan tawakal." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan ia menyatakan shahih dan menjadikan perkataan yang akhir adalah perkataan Ibnu Mas'ud).

Demikian juga Ma'asyiral Muslimin, termasuk syirik kecil yaitu memakaikan gelang dari benang dan lainnya kepada anak-anak dengan tujuan untuk menolak bahaya atau bala, memakai dan menggantungkan jimat tertentu untuk mencegah pengaruh ain, untuk mendatangkan keberuntungan dan yang semisal dengan ini semua.Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan bentuk kesyirikan kepada Allah karena mengotori tawakal kita, mencemari tauhid kita kepada Allah. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam telah bersabda tentang orang yang memakai jimat :

مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ.
"Barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka dia telah syirik." (HR. Ahmad, lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah,).

Satu hal yang patut untuk digaris bawahi dalam masalah jimat ini adalah bahwa ia termasuk dalam kategori syirik kecil, jika pema-kainya berkeyakinan bahwa jimat tersebut hanya merupakan sebab atau sarana saja. Adapun jika dia menggantungkan diri secara mut-lak dan berkeyakinan bahwa jimat tersebutlah yang dapat memberi-kan perlindungan dengan sendirinya, maka pemakainya telah terjerumus dalam syirik akbar, na'udzubillah min dzalik.

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah!

Ibnu Mas'ud radiyallahu 'anhu pernah berkata, "Seorang mukmin melihat suatu dosa seakan-akan dia duduk di bawah gunung dan takut jika gunung itu menimpanya." Demikianlah selayaknya kita menyikapi dosa, janganlah kita melihat besar kecilnya dosa, jangan kita memandang apakah ini syirik besar atau syirik kecil, tetapi lihatlah kepada siapa kita sedang bermaksiat.

Dengan kesadaran seperti ini, maka insya Allah kita akan senantiasa waspada dan berhati-hati, senantiasa merasa dalam pengawasan Allah Subhanahu Wata'ala sehingga akan hilang dari diri kita sikap meremehkan dosa, yang mana ini merupakan indikasi seorang fajir, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas'ud dalam kelanjutan ucapan beliau di atas. Beliau mengatakan, "Adapun orang fajir, maka ia memandang dosa bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya lalu beliau berisyarat "begini", yakni menggerakkan tangannya di depan hidung untuk mengusir lalat. Ini merupakan isyarat bahwa ia meremehkan dosa sebagaimana ia meremehkan seekor lalat yang terbang di hadapan hidungnya.

Kita memohon kepada Allah agar Dia menjadikan kita semua sebagai hamba-hambaNya yang bertakwa, yang selalu memelihara diri dari dosa, lebih-lebih dosa syirik baik besar maupun kecil.
[Kholif Mutaqin Djawari, Syirik kecil adalah dosa besar, Artikel Khutbah Jum'at : Rabu, 10 Maret 10, Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul Haq, Jakarta. Diposting oleh Wandy Hazar S.Pd.I].


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِي


KHUTBAH KEDUA


اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدُ الْأَمِيْنُ. عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


Minggu, 17 Agustus 2014

130. Obat Penyakit Hati

Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
Di Masjid Jihad
Jorong Batang Pamo Nagari Pianggu
Kecamatan IX Koto Sungai Lasi
Kabupaten Solok Sumatera Barat

Tanggal 22 Agustus  2014 / 26 Syawal  1435.H


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
أَمَّابَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
Hadirinsidangjum’at yang dirahmati Allah,
RasulullahShallallahu ‘alaihiwasallambersabda,

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.
"Ketahuilahbahwa di dalamtubuhterdapatsegumpaldarah, apabilaiabaikmakaseluruhtubuhakanbaik, danapabilarusakmakaseluruhtubuhakanrusak.Ketahuilahiaadalahhati."(HR. al-Bukharidan Muslim).
Sesungguhnyaperkarahatimerupakanperkara yang besar, sehingga Allah menurunkankitabsuciNyauntukmemperbaikihatiDengan hati, manusia dapat menghayati ayat-ayat syar'iyahNya. Allah berfirman,

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an ataukah hati mereka terkunci." (Muhammad: 24).

Penyakithatiitudiantaranya;

1.     Syirik,yaitumenserikatkan Allah, bahayasyirikdiantaranya; Menghapuskanamalibadah; syirik dapat menggugurkan amal shaleh sehingga segala kegiatan yang dilakukan walaupun berujud ibadah maka disisi Allah tidak akan dihitung dan tidak pula diperhitungkan, karena mereka telah mencemari pengabdian, tidak mengingkari tauhid yang suci;

 “ Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”[Az Zumar 39;65]

1.      Mengikutihawanafsu, yaitumenjadikanhawanafsusebagaipedomandalamkehidupan;
 "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa naf-sunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Al-Jatsiyah: 23).

2.      Sukadengandosadanmaksiat. Iman yang terpelihara dengan baik adalah iman yang mampu terjauh dari perbuatan dosa, dosa dapat merusak iman seseorang,Rasulullah bersabda; "Barangsiapa yang berzina atau minum khamar, mencabut Allah akan imannya, sebagaimana seseorang melepaskan bajunya melalui kepalanya" [HR. Thabrani] "Barangsiapa minum arak maka keluarlah iman dari rongga hatinya" [HR. Thabrani]

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat

Agar hidup di dunia ini kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan iman yang bersih dari syirik dan ibadah yang tidak dicampuri dengan bid’ah, maka perlu adanya hati yang bersih melalui pengobatan.
Diantara obat penyakit hati itu adalah;

1.      al-Qur`an al-Karim. Allah Ta’ala berfirman,
 "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta Rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus: 57).

Al-Qur`an adalah pelajaran yang paling menyentuh hati bagi orang-orang yang berakal atau mau mendengar. Al-Qur`an merupakan obat yang paling mujarab bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dada dan hati. Al-Qur`an mengandung penawar bagi penyakit syahwat, syubhat, dan lalai.

Ibnul Qayyim pernah berkata, "Inti penyakit hati adalah penyakit syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan al-Qur`an adalah penawar bagi kedua penyakit itu, karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan yang qath'i yang membedakan yang haq dan yang batil, sehingga penyakit syubhat akan hilang. Adapun al-Qur`an memberikan penawar terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam al-Qur`an terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud terhadap dunia, dan mengutamakan kehidupan akhirat.

Di antara hal penting bagi setiap orang yang ingin menyelamatkan dan memperbaiki hatinya adalah hendaknya dia mengetahui bahwa cara berobat dengan al-Qur`an itu tidak bisa hanya sekedar dengan membaca al-Qur`an, melainkan harus memahami dan mengambil pelajaran dari berita-berita yang terkandung di dalamnya dan mematuhi hukum-hukumnya.

Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah

2.   Obat kedua adalah cinta kepada Allah.Cinta kepada Allah merupakan terapi yang paling mujarab bagi hati.
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman, mereka amat sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165).

Al-Bukharidan Muslim meriwayatkandariAnasRadhiyallahu 'anhu, bahwaRasulullahShallallahu 'alaihiwasallambersabda:  "Ada tigaperkara, barangsiapaterdapatdalamdirinyaketigaperkaraitu, diapastimerasakanmanisnyaiman, yaitu Allah danRasul-Nya lebihdicintainyadaripada yang lain; mencintaiseseorangtiada lain hanyakarena Allah; dantidakmaukembalikepadakekafiransetelahdiselamatkan Allah darinyasebagaimanadiatidakmaukalaudicampakkankedalamapi."

3.Selalu mengingat Allah Ta’ala dalam setiap keadaan, dengan lisan, hati, dan perbuatan. Jadi, bagian yang diperolehnya dari cinta adalah sesuai dengan kadar dzikirnya.
“Hai orang–orang yang beriman, berdzikirlah (denganmenyebutnama) Allah, dzikir yang sebanyak–banyaknya. Dan bertasbihlahkepada – Nya di waktupagidanpetang.” (Al Ahzab : 41 – 42)

Pekerjaan yang termasuk paling bermanfaatbagiseoranghambaadalahberzikir yang banyak.Zikirbagihatiitulaksana air bagiladangpertanian, bahkanseperti air bagiikan, iatakkanhiduptanpa air.

Rasulullah SAW bersabda:Janganlah kalian banyakberbicara yang bukan (dalamrangka) dzikirkepada Allah. Karenabanyakbicara yang bukan (dalamrangka) dzikirkepada Allah akanmembuathatikeras. Sementaramanusia yang paling jauhdari Allah adalah yang hatinyakeras (HR. Tirmidzi).

Zikirkepada Allah selainmenenangkanbatindanmenjernihkanfikiranjugamenunjukkan orang-orang yang lembuthatinya, betapabanyak orang-orang yang kasarsikapdanperangainyakarenalisan, hatidanperbuatannyatidakdigunakanuntukberzikirkepada Allah

4.mengutamakan cinta Allah Ta’ala kepada sesuatu daripada cinta diri sendiri kepada sesuatu yang lain yang didominasi oleh hawa nafsu, dan berusaha mencapai cinta kepada apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala walaupun jalur menuju ke sana sangat sulit.
"Katakanlah: "Jikabapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaumkeluargamu, hartakekayaan yang kamuusahakan, perniagaan yang kamukhawatirkankerugiannya, danrumah-rumahtempattinggal yang kamusukai; itulebihkamucintaidaripada Allah danRasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, makatunggulahsampai Allah mendatangkankeputusan-Nya."." (Bara'ah/At-Taubah: 24)

5.Menelaah asma dan sifat Allah Ta’ala dengan hati, mem-persaksikannya, dan mengenalnya. Hati terus-menerus menelaah hal itu di dalam medan olah makrifah ini. Maka barangsiapa yang mengenal Allah Ta’ala dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, maka dia pasti mencintaiNya. Diantara sifat Allah itu adalah; Sifat Al-Mahabbah (Cinta)Al-Mawaddah (Cinta yang Murni)
 “Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." [Al-Baqarah : 195]

6.Menyaksikan kebaikan, ihsan, dan tanda kekuasaan Allah Ta’ala, serta nikmat-nikmatNya yang lahiriyah ataupun batiniyah. Karena semua itu membangkitkan cinta kepada Allah Ta’ala.
Bagiansyukurdarinikmatadalahdenganmenampakkannikmattersebutsecaralahiriyah.Bukanmalahkitamenjadi orang pelitdanpura-pura “kere” (miskin).Kalaumemang Allah berikelapanganrizki, nampakkanlahnikmattersebutpadamakanandanpakaiankita. Allah Ta’alaberfirman,
وَأَمَّابِنِعْمَةِرَبِّكَفَحَدِّثْ
Dan terhadapnikmatRabbmu, makahendaklahkamusiarkan.” (QS. AdhDhuha: 11).

Berikutbeberapapendapatulamamengenaiayat di atas.

Dari Abu Nadhroh, iaberkata,“Dahulukaummusliminmenganggapdinamakanmensyukurinikmatadalahdenganseseorangmenyiarkan (menampakkan) nikmattersebut.”

Al Hasan bin ‘Ali berkatamengenaiayat di atas,“Kebaikanapasaja yang kalian perbuat, makasiarkanlahpadasaudara kalian.”

Tentusajanikmatataukebaikandisampaikanpada orang lain jikamengandungmaslahat, bukandalamrangkamenyombongkandiridanpameratauingincarimuka (caripujian, alias “riya’ “). LihatperkataanSyaikh ‘Abdurrahman bin NashirAsSa’didalamkitabtafsirnya, “Yang dimaksuddalamayattersebutmencakupnikmat din (akhirat) maupunnikmatdunia. Adapun “fahaddits” bermakna “pujilah Allah atasnikmattersebut”.

Bentuksyukur di siniadalahdenganlisandandisebutkhususdalamayat, dibolehkanjikamemangmengandungmaslahat.Namunbolehjugapenampakkannikmatinisecaraumum (tidakhanyadenganlisan).Karenamenyebut-nyebutnikmat Allah adalahtandaseseorangbersyukur.Perbuatansemacaminimembuathatiseseorangsemakincintapadapemberinikmat (yaitu Allah Ta’ala).Itulahtabiathati yang selalumencintai orang yang berbuatbaikpadanya.” (Taisir Al Karimir Rahman, 928).[Muhammad Abduh TuasikalTampakkanlah Nikmat Allah, www.muslim.or.id27 October 2011].

7.Bermunajat kepadaNya, membaca kitabNya, menghadirkan hati di hadapanNya, beradab dengan adab ibadah dan penghambaan di hadapan Allah Ta’ala, kemudian diakhiri dengan beristighfar dan bertaubat.
Taubat kepada Allah adalah perbuatan yang paling utama, oleh karena itu Allah selalu menyeru kepada orang-orang mukmin untuk bertaubat;
”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [An Nur 24;31]
Dan Allah selalu membuka pintu-pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya;

”Katakanlah,”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, dan sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Az Zumar 39;53].

8.Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah Ta’ala dan orang-orang yang jujur, kemudian memetik buah perkataan mereka yang terbaik sebagaimana memetik buah yang terbaik dan ranum.
Perangai terlalu banyak bergaul terjadi, karena cinta terhadap dunia untuk melampiaskan keinginan individu terhadap lainnya, bila hakikatnya tersingkap maka ia akan berubah menjadi permusuhan, kemudian orang yang terlalu banyak bergaul akan menyesal, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul.' Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari al-Qur`an ketika al-Qur`an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).
Menurut khatib, uraian di atas telah menjelaskan secara gamblang bahwa ibadah hati adalah pundamen utama yang mana semua bentuk ibadah ditegakkan di atasnya. Maka dari itu, kebaikan jasad sangat tergantung kepada kebaikan hati. Apabila hati baik dengan ketakwaan dan iman, maka seluruh jasad menjadi baik untuk melakukan ketaatan dan kepatuhan.
Jadi, iman seseorang tidak akan lurus dan tidak akan baik kecuali jika hatinya lurus dan baik. Maka dari itulah, Allah Yang Maha Mengetahui menggarisbawahi bahwa keselamatan di hari kiamat kelak sangat tergantung kepada keselamatan, kebersihan, dan kebaikan hati. Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
"Pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (Asy-Syu'ara`: 88-89).

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku berpegang teguh pada agamaMu." (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).



Literatur
1.      Luqman Hakim, M.HI.,Penyakithatidanpenawarnya, Kumpulan KhutbahJum’atPilihanSetahunEdisi ke-2, DarulHaq Jakarta.
3.      MukhlisDenros, Kumpulan CeramahPraktis, 2009



بَارَكَاللهُلِيْوَلَكُمْفِيالْقُرْآنِالْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيَّاكُمْبِمَافِيْهِمِنَاْلآيَاتِوَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُقَوْلِيْهَذَاوَأَسْتَغْفِرُاللهَالْعَظِيْمَلِيْوَلَكُم


KHUTBAH KEDUA


اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدُ الْأَمِيْنُ.
عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَاللهِ،إِنَّاللهَيَأْمُرُكُمْبِالْعَدْلِوَاْلإِحْسَانِوَإِيتَآئِذِيالْقُرْبَىوَيَنْهَىعَنِالْفَحْشَآءِوَالْمُنكَرِوَالْبَغْيِيَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُوْنَ. وَلَذِكْرُاللهِأَكْبَر