Senin, 07 Juli 2014

124.Menyambut Bulan Ramadhan




Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
                                      Di Masjid Nurul Yakin
Jorong Cubadak Nagari Pianggu
Kecamatan  IX Koto Sungai Lasi
Kabupaten Solok Sumatera Barat
Tanggal 20 Juni   2014.M / 22 Sya’ban 1435.H


MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

                                                                        
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
أَمَّابَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.


Hadirin,  jamaah yang dirahmati Allah,
Pertama sekali kita sanjungkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala, yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua semoga kita dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan tahun ini,.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang telah mengorbankan segala potensi hidupnya untuk menyelamatkan ummat manusia di dunia ini, kita dituntut untuk meneladani beliau dalam seluruh asfek kehidupan karena beliaulah teladan abadi sepanjang sejarah kehidupan ini.

Suatu kewajiban bagi kita untuk meningkatkan iman hingga mencapai derajat taqwa dan menambah ibadah sehari-hari  sehingga aktivitas yang dilakukan selalu berorientasi mencari ridha Allah  Swt. Adapun judul Khutbah Jum’at  yang akan saya sampaikan pada kesempatan ini adalah;MENYAMBUT BULAN RAMADHAN



Hadirin,  jamaah yang dirahmati Allah,
            Terasa belum lama kita berpisah dengan bulan Ramadhan yang lalu, kini telah diambang pintu pula bulan suci Ramadhan, bulan yang dirindukan oleh ummat islam yang beriman sebagai bulan yang penuh berkah, bulan untuk melaksanakan ibadah.

Paling tidakadaduaalasanmengapakitaharusmempersiapkandirimenyambutRamadhan.
Pertama, merujukkepadasikap yang ditunjukkanolehRasulullah SAW, sahabat, dangenerasisalehterdahulu.Sepertidisebutkandalamriwayat yang berasaldariAnasradengansanad yang lemahbahwaketikamemasukibulan Rajab, Rasulullah saw berdoa, "Ya Allah berkahi kami padabulan Rajab danSya'banini. Serta sampaikan kami kedalambulanRamadhan."(HR al-Tirmidzidan al-Darimi).
Bahkan, Ma'labinFadhalberkata, "DulusahabatRasul SAW berdoakepada Allah sejakenambulansebelummasukRamadhan agar Allah sampaikanumurmerekakebulan yang penuhberkahitu. Kemudian, selamaenambulansejak.Ramadhanberlalu, merekaberdoa agar Allah terimasemuaamalibadahmereka di bulanitu."JikademikiansudahsemestinyakitajugamempersiapkandirisebaikmungkinmenyambutRamadhan.
Kedua,melihatposisidanurgensiRamadhansebagaitamu Allah yang istimewa.Sebab, sepertidiketahuiRamadhandihadirkanuntukmembentukmanusia yang bertakwa (lihat QS al-Baqarah [2]: 183). 

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”[Al Baqarah 2;183],

Denganvisiketakwaantersebut, Ramadhanmenjadi media yang sangatpentinguntukMeningkatkankualitasmanusiadanmeningkatkanderajatnya di sisi Allah (QS al-Hujurât [49]: 13).

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakankamudariseoranglaki-lakidanseorangperempuandanmenjadikankamuberbangsa - bangsadanbersuku-sukusupayakamusalingkenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling muliadiantarakamudisisi Allah ialah orang yang paling taqwadiantarakamu.Sesungguhnya Allah MahamengetahuilagiMahaMengenal.’’

Denganvisiketakwaan, Ramadhanjugamenjadi media yang sangatefektifuntukmendapatkanberbagaikemudahandankelapanganhidupdari Allah SWT (QS ath-Thalaq [65]:2).

“Barangsiapabertakwakepada Allah niscayaDiaakanMengadakanbaginyajalankeluar.”

Selainitu, Ramadhanjugamenjadi media bagilahirnyakeberkahan, terbukanyapinturahmat, dansolusibagibangsadannegara (QS al-A'raf [7]: 96).

”Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
”Maka Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS al-A'raf [7]: 97). atau Apakah
penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS al-A'raf [7]: 97). atau Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? (QS al-A'raf [7]:  97-98).

 Dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan menurut yang pernah dilakukan Rasulullah Saw, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan yaitu;

  1. Pada akhir bulan Sya’ban adakanlah ceramah-ceramah, pengajian-pengajian atau penerangan agama dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dengan menjelaskan keistimewaan bulan Ramadhan serta amalan saja yang layak dilakukan bagi orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

  1. Menyambut bulan Ramadhan dengan penuh riang gembira, seolah-olah menunggu seorang tamu yang dirindukan dengan mengucapkan ”Ahlan wasahlan syahrur Ramadhan” atau ”Marhaban ya Ramadhan” [selamat datang bulan Ramadhan].

  1. Niatkan di dalam hati untuk berpuasa sebulan penuh dengan didasari keimanan dan ikhlas. Karena orang-orang berimanlah yang diwajibkan untuk berpuasa.
”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.[Al Baiyinah 98;5]

            Ramadhanadalahbulanberkah, bulansejutahikmah, danbulankemuliaan yang lebihbaikdariseribubulan.Pendek kata, beruntunglah orang-orang yang bertemudenganRamadhandanbisaberbuatkebajikan di dalamnya.KemuliaandankeberkahanRamadhantelahdisampaikanoleh Allah danRasul-Nya.

“Wahaisegenapmanusia, telahdatangkepada kalian bulan yang agungpenuhberkah, bulan yang di dalamnyaterdapatsatumalam yang nilainyalebihbaikdariseribubulan.Allah menjadikanpuasa di siangharinyasebagaikewajiban, danqiyam di malamharinyasebagaisunah.Barangsiapamenunaikanibadah yang difardukan, makapekerjaanitusetaradengan orang mengerjakan 70 kewajiban.

Ramadhanmerupakanbulankesabarandanbalasankesabaranadalahsurga.Ramadhanmerupakanbulansantunan, bulan yang di mana Allah melapangkanrezekisetiaphamba-Nya.Barangsiapa yang memberikanhidanganberbukapuasabagi orang yang berpuasa, makaakandiampunidosanya, dandibebaskandaribelengguneraka, sertamendapatkanpahalasetimpaldengan orang yang berpuasatanpamengurangipahala orang berpuasatersebut.” (HR Khuzaimah).

Dari hadis di atas, adabeberapakeutamaanRamadhan, yaitu;
Pertama, syahrulazhim (bulan yang agung).Azhimadalahnamadansifat Allah. Namun, jugadigunakanuntukmenunjukkankekagumanterhadapkebesarandankemuliaansesuatu.Ramadhanmuliadanagung, karena Allah sendiritelahmengagungkandanmemuliakannya.
Kedua, syahrulmubarak. Bulaninipenuhberkah, berdayagunadanbermanfaat.Detik demi detik, waktu yang berjalanpadabulansuciini, iabagaikanrangkaianberlian yang sangatberhargabagi orang beriman. Karenasemuanyadiberkahidanamalibadahnyadilipatgandakan.
Ketiga, syahrushiyam.PadabulanRamadhandariawalhinggaakhirkitamenegakkansatudarilimarukun (tiang) Islam yang sangatpenting, yaitushaum (puasa).
Keempat, syahrunuzulilqur'an. “BulanRamadhanadalahbulan yang di dalamnyaditurunkanAlquransebagaipetunjukbagimanusia, penjelasanbagipetunjuk, danfurqan (pembeda).” (Al-Baqarah [2]: 185).


“(Beberapahari yang ditentukanituialah) bulanRamadhan, bulan yang di dalamnyaditurunkan (permulaan) Al Quran sebagaipetunjukbagimanusiadanpenjelasan-penjelasanmengenaipetunjukitudanpembeda (antara yang hakdan yang bathil).
Kelima, syahrulmusawwah (bulansantunan).Di bulanRamadhansangatdianjurkanbagisetiap Muslim untuksalingbederma, berkasihsayangdengansesamanya yang keadaannyajauhmemprihatinkandaripadakita.
Keenam, syahrusshabr (bulansabar).BulanRamadhanmelatihjiwa Muslim untuksenantiasasabartidakmengeluhdantahanuji.Sabaradalahkekuatanjiwadarisegalabentukkelemahan mental, spiritual, danoperasional. Orang bersabarakanbersama Allah sedangkanbalasan orang-orang yang sabaradalahsurga.

Imam Al Gazali membagi derajat puasa menjadi tiga tingkatan yaitu;
  1. Puasa Umum, yaitu puasa yang dilakukan oleh orang-orang sebagian besar, yang hanya sekedar menahan lapar, haus dan menahan keinginan biologis dengan isteri/suami sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

  1. Puasa Khusus, yaitu puasa disamping puasa di atas juga menahan anggota badan dari perbuatan yang tercela seperti tangan jangan mengambil barang orang lain dan mata jangan memandang hal-hal yang mendatangkan dosa.

  1. Puasa Istimewa, yaitu puasa disamping mencakup dua hal diatas juga menahan hati dari niat yang buruk dan sikap yang tercela seperti dengki, hasad, sombong, takabur dan lain-lain.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Demikianlah khutbah Jum’at  yang dapat  khatib  sampaikan, terima kasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ




123. Iman,Islam dan Ihsan




Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
Di Masjid Nurul Huda
Jorong Balai Pandan Nagari Cupak
Kecamatan Gunung Talang
Kabupaten Solok Sumatera Barat
Tanggal 6 Juni 2014.M / 7 Sya’ban  1435.H



إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
أَمَّابَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
  
Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
Kita sanjungkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan karunia dan nikmat-Nya kepada kita sehingga  kita bisa hadir  di Masjid ini dalam rangka memenuhi panggilan Allah yaitu shalat jum’at, semoga ini salah satu ujud syukur kita kepada-Nya. Shalawat dan salam kita sampaikan pula kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang telah menuntun ummatnya ke jalan yang lurus yaitu jalan keimanan dan keislaman, semoga kita termasuk orang-orang yang istiqamah di jalan ini.

Khatib mengajak kita semua untuk meningkatkan iman dan taqwa yang merupakan level iman yang tertinggi untuk meraih keselamatan hidup di dunia dan akherat, karena memang sebaik-baik bekal menuju akherat adalah taqwa.


Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
            Dalam  Hadits  Arbai’in yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi  dengan judul Iman, Islam dan Ihsan disebutkan;
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .  
[رواه مسلم]
Dari Umar radhiallahuanhujugadiaberkata :Ketika kami duduk-dudukdisisiRasulullahShallallahu’alaihiwasallamsuatuharitiba-tibadatanglahseoranglaki-laki yang mengenakanbaju yang sangatputihdanberambutsangathitam, tidaktampakpadanyabekas-bekasperjalananjauhdantidakadaseorangpundiantara kami yang mengenalnya.
HinggakemudiandiadudukdihadapanNabilalumenempelkankedualututnyakepadakepadalututnya (RasulullahShallallahu’alaihiwasallam) serayaberkata: “ Ya Muhammad, beritahukanakutentang Islam ?”, makabersabdalahRasulullahShallallahu’alaihiwasallam :

اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً
“ Islam adalahengkaubersaksibahwatidakadaIlah (Tuhan yang disembah) selain Allah, danbahwaNabi Muhammad adalahutusan Allah, engkaumendirikanshalat, menunaikan zakat, puasaRamadhandanpergi haji jikamampu “,

kemudiandiaberkata: “ andabenar “. Kami semuaheran, dia yang bertanyadia pula yang  membenarkan. Kemudiandiabertanyalagi: “ BeritahukanakutentangIman “.
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
Lalubeliaubersabda: “ Engkauberimankepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya danhariakhirdanengkauberimankepadatakdir yang baikmaupun yang buruk “,
kemudiandiaberkata: “ andabenar“.  Kemudiandiaberkatalagi: “ Beritahukanakutentangihsan “. Lalubeliaubersabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“ Ihsanadalahengkauberibadahkepada Allah seakan-akanengkaumelihatnya, jikaengkautidakmelihatnyamakaDiamelihatengkau” .
Kemudiandiaberkata: “ Beritahukanakutentangharikiamat (kapankejadiannya)”. Beliaubersabda: “ Yangditanyatidaklebihtahudari yang bertanya “. Diaberkata:  “ Beritahukanakutentangtanda-tandanya “, beliaubersabda:  “ Jikaseoranghambamelahirkantuannyadanjikaengkaumelihatseorangbertelanjang
kakidan dada, miskindanpenggembaladomba, (kemudian)  berlomba-lombameninggikanbangunannya “, kemudian orang ituberlaludanakuberdiamsebentar. Kemudianbeliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukahengkausiapa yang bertanya ?”. akuberkata: “ Allah danRasul-Nya lebihmengetahui “. Beliaubersabda: “ DiaadalahJibril yang datangkepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim) 
Catatan :
Haditsinimerupakanhadits yang sangatdalammaknanya, karenadidalamnyaterdapatpokok-pokokajaran Islam, yaituIman, Islam danIhsan.
Haditsinimengandungmakna yang sangatagungkarenaberasaldariduamakhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaanmakhluk di langit/Jibril) danAmiinulArdh (kepercayaanmakhluk di bumi/ Rasulullah)
Pelajaran yang terdapatdalamhadits / الفوائد من الحديث :
Disunnahkanuntukmemperhatikankondisi  pakaian, penampilandankebersihan, khususnyajikamenghadapiulama, orang-orang muliadanpenguasa.
Siapa yang menghadirimajlisilmudanmenangkapbahwa orang–orang yang hadirbutuhuntukmengetahuisuatumasalahdantidakadaseorangpun yang bertanya, makawajibbaginyabertanyatentanghaltersebutmeskipundiamengetahuinya agar peserta yang hadirdapatmengambilmanfaatdarinya.
Jikaseseorang yang ditanyatentangsesuatumakatidakadacelabaginyauntukberkata: “Sayatidaktahu“,  danhaltersebuttidakmengurangikedudukannya.
Kemungkinanmalaikattampildalamwujudmanusia.
Termasuktandaharikiamatadalahbanyaknyapembangkanganterhadapkedua orang tua.Sehinggaanak-anakmemperlakukankedua orang tuanyasebagaimanaseorangtuanmemperlakukanhambanya.
Tidakdisukainyamendirikanbangunan yang tinggidanmembaguskannyasepanjangtidakadakebutuhan.
Didalamnyaterdapatdalilbahwaperkaraghaibtidakada yang mengetahuinyaselain Allah ta’ala.
Didalamnyaterdapatketerangantentangadabdancaradudukdalammajlisilmu.
Pembahasan
1.Rasulseringberdiskusitentang agama dengansahabat
Rasulullahkerapkaliberdialoq, berdiskusidanmenyampaikantaujihdantausiyahkepadasahabatnyauntukmenanamkan Al Wa’yu artinya kesadaran diri untuk hidup bersama islam dengan segala suka dan dukanya melalui pengkajian islam yang intensif, sebenarnya kenapa ummat islam berbuat diluar ketentuan ajaran agamanya karena sebagian dari mereka tidak sadar tentang perannya dalam hidup ini, kewajiban dan haknya sebagai muslim masih belum mereka ketahui. Kesadaran ini perlu kita tumbuhkan karena memang banyak muslim yang tidak sadar tentang kemuslimannya.

Untuk melakukan semua itu memang bukan tugas ulama saja tapi tugas semua muslim melalui da’wah yang intensif dikerjakan dengan rapi dan terprogram yang hanya bisa dilakukan dengan da’wah   fardiyah [rekrutmen] bukan da’wah yang cendrung seremonial dan formal.

            Rasul saja dalam sejarahnya mengajak ummat ini agar menggencarkan da’wah secara pribadi tapi dalam bingkai jama’i [organisasi]. Allah menyiratkan dalam firman-Nya surat Ali Imran 3;104 ;”Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung

2.Siapa yang datangdenganpakaianputih-putih?
            Yang seringdatangkepadaRasuluntukmenyampaikanwahyuadalahmalaikatJibril, kerapdatangdenganrupaseoranglelakidenganpakaianputih, kalauJibrildatangdenganbentukaslinyamakaRasulullahtidakmampumelihatnyasebabkakinyasajaberada di bumitapikepalanyamenjulangkelangitdenganribuansayapnya.

KedatangannyaketikaitulansungmenemuiRasulullahsambildudukberdekatansehinggalututnyaberadudenganlututRasulullah, diadatanguntukmengajarsesuatukepadaRasuldan  parasahabatnya.

3.Kenapa orang itubertanyatentanghal yang sudahdiketahuinya
            Yang datangituadalahmalaikatJibrildandiamenanyakanhal-hal yang berkaitandenganimandanislam, ketikadijawabolehRasuldiamengatakan "benarya Muhammad" artinyadiasudahtahujawabandariapa yang ditanyakanitu, halinisebagaipelajaranbahwabolehkitabertanyahal-hal yang sudahdiketahui agar jawabannyadidengaroleh orang lain yang  belumtahu.

4.ApakahImanitu
Malaikatbertanyatentangiman, makadijawabolehRasulullah,"Imanialahengkaupercayadanmeyakini Allah, Malaikat-Nya, hariakherat, para Rasuldanyakinadanyahariberangkit' halinikitakenaldenganrukuniman.

Selain itu iman itu harus mengikuti jejak risalah Nabi Muhammad, maksudnya adalah mengikuti karakter Rasulullah dan orang-orang beriman sebagaimana yang tertera dalam surat Al Fath 48;29

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,”.

5.Apakah Islam itu
Ketika ditanya tentang makna Islam, maka Rasulullah menjawabnya,"Islam ialah hendaknya kamu menyembah Allah,  jangan menyekutukannya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan puasa pada bulan Ramadhan, yang kita kenal dengan rukun islam.

Keyakinan seorang muslim terhadap dienul islam adalah bahwa islam merupakan satu-satunya dien Allah yang otomatis menolak segala bentuk dien yang datang setelah atau sebelumnya,;

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya".[Ali Imran 3;19]

            Berarti semua bentuk isme dan dien lain selain islam adalah bathil dan sia-sia, alangkah meruginya manusia bila salah memilih agama apa yang layak untuk dijadikan sebagai pegangan hidup, tapi tidak sedikit pula manusia yang mengetahui kebenaran islam namun enggan untuk mengakui kebenarannya karena beberapa faktor.

“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”[Ali Imran 3;85]


6.Apakah Ihsan itu
Ihsan menurut Rasul adalah,"Hendaklah kamu menyembah Allah, seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya pasti Dia melihatmu". Sehingga pengabdian kepada Allah akan mantap tanpa diganggu oleh sikap riya', bahkan walaupun tidak dilihat manusia maka Allah tetap melihatnya;

"Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam" [Al An'am 6;162].

"Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu" [Al Baqarah 2;284]

7.KapanKiamatDatang
            Ketikaditanyakantentangkapankiamatdatang, makaRasulmenyatakantidaktahu, karenamemangberitakiamatitutidakada yang tahusiapapunkecuali Allah semata, Allah berfirman;

”Makanya tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat yaitu kedatanganya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” [Muhammad 47;18]

            Dari ayat di atas Allah menerangkan bahwa kiamat akan datang dengan tiba-tiba tanpa diketahui oleh siapapun dan kapanpun datangnya, dia merupakan rahasia Allah, tak seorang makhlukpun diberi tahu oleh Allah, akan tetapi Allah memberikan tanda-tanda yang mengiringi kejadian yang luar biasa.

            Suatu ketika dalam hadits diriwayatkan bahwa Jibril bertanya kepada Rasulullah Saw perihal tibanya hari akhir. Pertanyaan itu dijawab  beliau bahwa yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Kemudian Jibril berkata lagi, ”Beritahukanlah kepada saya tanda-tandanya”, Rasulullah bersabda, ”Apabila hamba sahaya [budak] wanita melahirkan tuannya dan apabila engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang lagi miskin, serta para penggembala kambing hidup bermegah-megah dalam gedung yang besar-besar”.

8.KenapaImanditanyalebihdahulu?
            Iman yang ditanyakanlebihdahuluolehmalaikatsebelummenanyakantentangislam, ihsandankiamatkarenatigahalitujawabannyaterkaitdengankeimananseseorang, tanpaimanmakasemuatidakadaartinya.

Selama 13 tahunRasulullah di Mekkahdalammenyampaikan agama Islam untukmasyarakatQuraisy, beliaumemperioritaskanpembinaanaqidahdanimansebelumnyasehinggaberhala di Ka'bahsebanyak 360 dibiarkandahulu, biladihancurkanberhalaitumakapastiakanberdiriberhala-berhala yang lebihbanyaklagidanbentrokanfisikpastiakanterjadi, tapiketikaislamtelahjayaakhirnyamereka yang membangunberhalaitulah yang menghancurkansembahannyaitu.

Selamada'wah di Mekkahmakakhamar, judidanribamasihdibolehkankarenahalitumenjadibudayadalamkehidupanmasyarakatQuraisy, Masjid belumdibangun, Jilbabbelumdiwajibkan. Setelahimantertanamdenganbaikakhirnyamerekasendiri yang menghancurkanberhala, meninggalkankhamar, judidanriba, kaumwanitanyaspontanmemakaijilbabketikaperintahitusudahturun.

Seorangahlihikmat yang terkenalsampainamanyatercantumdalam Al Qur'an bernamaLukman Al Hakim.Sebelummenanamkanibadahdanakhlakkepadaanaknya, pertamasekaliLukmanmenanamkanaqidahdaniman yang bersihdarisyirik;

"Dan (Ingatlah) ketikaLuqmanBerkatakepadaanaknya, di waktuiamemberipelajarankepadanya: "Hai anakku, janganlahkamumempersekutukan Allah, Sesungguhnyamempersekutukan (Allah) adalahbenar-benarkezaliman yang besar".[Lukman 31;13]

Pembersihanimandarinodasyiriksangatpentingdalamrangkamenjagakesuciantauhid, bilaimansudahbersihmakaibadahdanakhlak yang diwujudkandalamkehidupansehari-hariakandijaminkesuciannya. Landasanibadahdanakhlakadalahiman yang bersihdarinodasyirik.Bahkan Allah akanmengampunisemuadosadenganizinnyakecualidosa yang mencederaiketauhidandengankesyirikan.

Itulahpelajaran yang dapatdiambildariperistiwa yang dialamiolehRasulullahdan para sahabattentangkedatangantamu yang disebutdenganmalaikatJibrildalamrangkamenyampaikanwahyusecaradialogis, wallahua'lam. [CubadakSolok, 01042010].


بَارَكَاللهُلِيْوَلَكُمْفِيالْقُرْآنِالْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيَّاكُمْبِمَافِيْهِمِنَاْلآيَاتِوَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُقَوْلِيْهَذَاوَأَسْتَغْفِرُاللهَالْعَظِيْمَلِيْوَلَكُم



KHUTBAH
KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدُ الْأَمِيْنُ. عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَاللهِ،إِنَّاللهَيَأْمُرُكُمْبِالْعَدْلِوَاْلإِحْسَانِوَإِيتَآئِذِيالْقُرْبَىوَيَنْهَىعَنِالْفَحْشَآءِوَالْمُنكَرِوَالْبَغْيِيَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُوْنَ. وَلَذِكْرُاللهِأَكْبَر