Jumat, 02 November 2012

51. Makna Shahadat Muhammad Rasulullah


Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
Di Masjid Nurul Huda
Jorong Balai Pandan Nagari Cupak
Kecamatan Gunung Talang
Kabupaten Solok Sumatera Barat
Tanggal 20 Januari 2012/ 26 Shafar 1433.H


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

“Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata.”[Ash Shaf 61;6]

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
Selayaknya kita sanjungkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan karunia dan nikmat-Nya kepada kita sehingga kalau kita hitung-hitung nikmat tersebut sungguh tidak terkira jumlahnya, bila nikmat itu kita syukuri maka akan ditambah-tambah oleh Allah dengan nikmat yang lain dan sebaliknya bila diingkari maka azab Allah akan diberikan, dari sekian nikmat-Nya adalah nikmat iman dan islam sehingga kita masih merasakan bagaimana indahnya hidup dalam dekapan hidayah-Nya, semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat tersebut.

Shalawat dan salam kita sampaikan pula kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang telah menuntun ummatnya ke jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang dahulu yang diberi nikmat oleh Allah bukan jalan orang-orang yang dimurkai apalagi jalan orang yang sesat, dengan banyak membaca shalawat semoga kita mendapat syafaatnya kelak dengan izin Allah, kemudian marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah yang diaplikasikan melalui amal ibadah sehari-hari sebagai bekal menuju akherat.

Hadirin, sidang jum’at yang dirahmati Allah
Al Qur’an telah mencatat bahwa Nabi Muhammad Saw, adalah pengabulan do’a nabi Ibrahim yang disampaikan dengan penuh harap agar hadir penerus risalah tauhid hingga akhir zaman, Ibrahim berdo’a;
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana’”[Al Baqarah 2;129].

Selain itu nabi Muhammadpun adalah kabar gembira yang disampaikan oleh Isa Al Masih bahwa sesudah beliau kenabian ini akan ditutup dengan tampilnya nabi terakhir yang digelari dengan khatamul anbiya’ wal mursalin, penutup para nabi dan para rasul, berita ini diinformasikan oleh Isa dalam Injilnya [Asy Syaf 61;6]
“Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
Kewajiban Mukmin Terhadap Rasul
Seorang mukmin mempunyai beberapa kewajiban kepada Rasulullah yang merupakan ujud dari keimanan dan realisasi dari makna syahadat,”Asyhadu anna Muhamaddar Rasulullah”, inti kewajiban tersebut ada tiga yaitu;

Pertama, kewajiban awal adalah mengimaninya sebagaimana kita beriman dengan rukun iman lainnya; Beriman kepada rasul artinya mengikuti kebenaran yang dibawanya serta tidak ragu bahwa memang beliaulah orangnya yang diutus sebagai nabi terakhir, membawa risalah tauhid dan kebenaran islam ini, Allah menegaskan dalam firman-Nya;
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya”[An Nisa’ 4;136]

Kedua, seorang mukmin punya kewajiban untuk taat dan mengikutinya dalam seluruh asfek ajaran islam yang telah dicontohkan baik secara pribadi, keluarga, masyarakat maupun bernegara. Hakekat mengikuti rasul adalah wahyu yang diterjemahkan melalui tindakan kehidupan sehari-hari, demikian pula mengingkari rasul pada hakekatnya juga mengingkari allah dan seluruh ajarannya, Allah menegaskan dalam surat An Nisa’ 4;80
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka”.

Ketiga, kewajiban lain bagi seorang mukmin terhadap rasul adalah mencintainya seiring dengan mencintai Allah, surat At Taubah 9;24 menerangkan hal itu;
“Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
Makna Syahadat Muhammad Rasulullah
Syahadatain adalah dua kalimat syahadat yang diucapkan oleh seorang manusia sebagai pengakuan atas keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Syahadat awal yaitu “Asyahadu alla ilaaha illallah” maksudnya adalah tidak ada Tuhan selain Allah, sudah banyak bahasan pada tulisan terdahulu kita bicarakan tentang hal ini, sedangkan sekarang adalah makna dari Asyhadu anna Muhammadan rasulullah” yang artinya adalah aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang mempunyai makna yang agung sekali yaitu;

1. Membenarkan setiap apa yang dikabarkannya tanpa sedikitpun ragu, sebagaimana Abu Bakar yang bergelar As Shiddiq karena dia lansung percaya tentang Isra’ Mi’raj walaupun informasinya dari Abu Jahal.
Konsekwensi dari syahadat itu adalah membenarkan segala kabar darinya, baik masuk akal ataupun perlu diselidiki dengan ilmu pengetahuan, kenapa demikian karena setiap lisan beliau terucapkan itu adalah wahyu dan pesan dari Allah, beliau hanya penyampai saja;
1. demi bintang ketika terbenam.
2. kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
3. dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
4. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. [An Njam 53;7].

2. Ujud dari syahadat itu adalah mentaati apa yang diperintahkannya, sebagaimana sahabat mengatakan bahwa kemanapun mereka dibawa meskipun kelubang mereka siap mengikutinya tanpa sedikitpun membantah melalui kalimat “sami’na wa atha’na” kami dengar dan kami taati [An Nisa’ 4;59]
“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

3. Konsekwensi ketika kita mengikuti perintahnya adalah menjauhi segala larangannya, kedua hal ini mustahil akan bisa dipisahkan, setiap menjauhi larangan pasti mengikuti perintah dan sebaliknya. Tidak mungkin terjadi, ketika perintah diikuti sementara larangan dikerjakan sehingga menjadi orang-orang yang serba rajin [59;7]
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.

4. Keimanan kepada rasul mewajibkan kita untuk beribadah sesuai apa yang telah dituntunkannya, sebagai mana tentang shalat beliau mengatakan,””Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat”, atau ketika bicara tentang ibadah haji,”Maka ambillah manasik haji dariku”.

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
Bila empat hal diatas tidak ditemukan pada salah satu saja pribadi muslim berarti kalimat syahadatnya rusak bahkan dapat dikatakan batal, jangan semuanya sedangkan salah satu saja dari empat hal tersebut dapat menjadikan seorang muslim tadi salah keimanannya.

Segala sesuatu ibadah yang diluar tuntunannya baik ditambah ataupun dikurangi maka disebut dengan bid’ah yaitu sifat mengada-ngada kepada hal yang baru sehingga mencampakkan yang lama.

Bid’ah hanya terdapat pada ritual ibadah saja tidak masuk dalam hal-hal wasail yaitu sarana-sarana yang ada di dunia ini. Bila dahulu rasul berda’wah mengendarai onta maka untuk masa sekarang dengan mobil atau motor tapi ha yang baru ini tidak berkaitan dengan ibadah secara ritual sehingga tidak dikategorikan dalam bid’ah.

Walaupun masyarakat Quraisy kenal dengan pribadi Muhammad tapi ketika disuruh untuk mengucapkan kalimat syahadat mereka tidak mau, karena ada konsekwensinya dari pernyataan itu, selain mengakui Alah sebagai Ilah juga pengakuan bahwa Muhammad sebagai pembawa risalah kebenaran ini.

Karena kalimat inilah Musa harus berhadapan dengan Fir’aun, Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh raja Namrudz dan Muhammad harus berhadapan dengan Abu Jahal, Abu Sufyan dan Abu Thalib. Kalimat inilah yang mampu mengguncang kerajaan Persia dan Romawi sehingga rubuh berantakan lalu digantikan oleh peradaban baru yaitu islam hanya dalam waktu lebih kurang 23 tahun saja.

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah
Tidaklah sempurna iman seseorang bila hanya mengakui syahadat pertama lalu mengabaikan syahadat yang kedua tentang eksistensi Muhammad, kedua kalimat ini tidak dapat dipisahkan, bila terjadi berarti merusak nilai-nilai tauhid pada diri pribadi dan menjadikan kehidupannya keluar dari islam, wallahu a’lam [Mdr, 2009]


أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم



50. Memperkokoh Hubungan Dengan Allah


Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
Di Masjid Nurul Huda
Jorong Balai Pandan Nagari Cupak
Kecamatan Gunung Talang
Kabupaten Solok Sumatera Barat
Tanggal 13 Januari 2012/19 Shafar 1433.H


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

”Sesungguhnya didalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah ketika mereka berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, serta mereka berfikir tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian berkata,”Ya Rabb kami, tiadalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka hindarkan kami dari siksa azab neraka” [Ali Imran 3;190-191].

Hadirin, sidang jum’at yang mulia,
Kembali kita hadir di rumah Allah ini untuk menyampaikan puji syukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita sebagai bekal hidup dengan segala fasilitasnya, syukur tersebut dibuktikan dengan amaliah ibadah sehari-hari, salah satunya adalah melaksanakan shalat jum'at pada hari ini, yang kemudian diiringi dengan ibadah-ibadah lainnya sepanjang hari. Shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, beliaulah pejuang kehidupan dan hak-hak azasi di dunia ini hingga kebenarannya diikuti oleh pengikutnya hingga akhir zaman. Suatu kewajiban bagi kita untuk meningkatkan iman hingga mencapai derajat taqwa dan menambah ibadah sehari-hari sehingga aktivitas yang dilakukan selalu berorientasi mencari ridha Allah Swt.

Hadirin, sidang jum’at yang dirahmati Allah,
Sejak awal kejadian manusia sudah menjalin suatu hubungan atau ikatan dengan Khaliqnya, sebagai tuhan yang layak disembah dan bersaksi, ”Jangan ada lagi Tuhan selain Allah”, ikatan itu terukir dalam surat Al A’raf 7;172

”Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berkata, ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, ”Betul, engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan yang demikian iu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan,”Sesungguhnya kami [Bani Adam] adalah orang-orang yang lengah terhadap ini”.

Manusia tidak akan dapat menjalin hubungan dengan Allah bila ia tidak kenal dengan Allah, suatu hal musahil, kenalpun tidak lalu terjalin hubungan, apalagi untuk taraf cinta harus melalui proses.

Tak ada sesuatupun yang lebih berharga bagi seorang manusia selain pengenalan terhadap pencipta dirinya. Orang yang tidak mengenal Allah bagaikan seonggok batu yang tidak bermanfaat, sungguh aneh makhluk yang tidak mengenal pencipta dirinya.

Mengenal Allah adalah syarat utama untuk meraih kebahagiaan. Cinta dan kasih sayang Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang mengenal Allah. Mengenal Allah adalah ilmu yang paling utama dan menjadi sumber dari segala ilmu pengetahuan.Az Zumar 39;67,

”Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggamannya pada hari kiamat dan langit di gulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan”.

Hadirin, sidang jum’at yang dirahmati Allah
Abu Bakar Ash Shiddiq mengungkapkan, ”Aku mengenal Rabbku melalui perantara Rabbku, seandainya Rabbku tidak mengenalkan diri-Nya padaku maka aku tidak akan mengenal Rabbku”.

Dengan keimanan terhadap wahyu Allah, seorang mukmin terbimbing untuk mengenal Allah melalui dua fenomena yang Allah berikan yaitu;
Pertama, ayat-ayat kauniyah yang terdapat di alam semesta. Semua bentuk penciptaan alam maupun aktivitasnya merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang menggunakan akal.

Kedua, ayat-ayat qauliyah yang merupakan penjelasan Allah tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia dan hakekat alam semesta. Ayat ini telah terhimpun dalam bentuk Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, Allah berfirman,

”Sesungguhnya didalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah ketika mereka berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, serta mereka berfikir tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian berkata,”Ya Rabb kami, tiadalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka hindarkan kami dari siksa azab neraka” [Ali Imran 3;190-191].

Hubungan dengan Allah dapat pula diibaratkan seperti gardu dengan pusat listrik. Manakala gardu mendapat suplai energi listrik yang besar maka ia akan membagi listriknya ke rumah-rumah dengan baik. Namun bila hubungannya dengan pusat listrik lemah atau byarpet, maka gardu tersebut tidak bermanfaat menerangi rumah-rumah di sekitarnya, firman Allah,
”Dan barangsiapa yang tidak mendapat cahaya Allah, maka tidak ada cahaya baginya” [An Nur 24;35].

Untuk memperkuat hubungan dengan Allah;
1. Rasulullah sendiri diwajibkan untuk melakukan qiyamullail setiap malam [Al Mudatsir 74;1-4].
1. Hai orang yang berkemul (berselimut),
2. bangunlah, lalu berilah peringatan!
3. dan Tuhanmu agungkanlah!
4. dan pakaianmu bersihkanlah,

2. Rasulullahpun menempa sahabat-sahabatnya melalui qiyamullail dan tilawah qur’an dalam shalat. [Al A’raf 17;109].
“dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.

3. Selalu Berzikir kepada Allah, Al qur’an menggambarkan betapa qillatudzikir [sedikit berzikir] akan menimbulkan quswatul qalbu [kekerasan hati] Al Hadid 57;16.
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”

Hadirin, sidang jum’at yang dirahmati Allah
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, ”Iman mempunyai 77 cabang, yang pertama ialah mengucapkan Laa Ilaaha illallah dan yang paling rendah ialah menyingkirkan suatu barang yang mungkin berbahaya di jalan dan malu mengerjakan kejahaan juga salah satu cabang dari rangka iman” [Muslim].

Berangkat dari hadits tersebut dapat diambil tiga point yang merupakan cermin dari keimanan seseorang yaitu;

Pertama, iman yang tinggi; syarat seseorang dikatakan muslim bila dia telah mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai persaksian bahwa dia siap berada dalam pangkuan islam.

Bila sekedar ucapan saja belumlah iman yang tinggi tapi masih disebut sebagai muslim. Karena itu, ketika orang-orang Arab yang baru kalah perang itu menyatakan telah beriman, karena ia telah menyatakan dua kalimah syahadat, sontak disangkal oleh Rasulullah Saw, ”Kalian sebenarnya belum beriman, tetapi kalian baru menyatakan muslim sebab iman belum meresap ke dalam jiwa kalian”.

Allah berfirman,
”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.[Al Hujurat 49;15].

Kedua, iman yang rendah; sikap yang diperbuat oleh seorang muslim menunjukkan cetusan imannya yang digerakkan oleh hati nurani tanpa mengharapkan pamrih dari orang lain walaupun amal itu kecil.

Membuang sesuatu rintangan yang ada di jalan,entah berupa kerikil, duri atau sebangsanya demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas menunjukkan suatu gerak keimanan. Bukti iman bukan hanya memberikan derma atau sedekah sekian banyak tapi kebaikan sedikitpun merupakan derma disamping menambah tabungan pahala juga gerak hati sebagai orang yang beriman.

Ketika Rasululah Saw mengeluarkan fatwa untuk mendermakan harta di jalan Allah, terdapat seorang sahabat yang sanga papa, jangankan untuk sedekah, sedangkan untuk diri sendiri dia tidak punya, sahabat itu berkata, ”Ya Rasulullah, bolehlah Abu Bakar, Umar atau Usman bersenanghati untuk berderma di jalan Allah, tapi ini ya Rasulullah, orang miskin, apa yang harus kami berikan?”

Kemudian Rasulullah memberikan kabar gembira bahwa sedekah bukan sebatas harta yang dimiliki, salah satu sabda beliau yang diriwayatkan oleh Ahmad, setiap diri diwajibkan sedekah setiap hari tiap terbitnya matahari, diantaranya, ”Jika ia mendamaikan diantara dua orang yang bermusuhan dengan adil itulah sedekah, bila ia menolong seseorang untuk menaiki binatang tunggangannya, berarti sedekah, menyingkirkan rintangan dari jalan adalah sedekah, ucapan baik kepada orang lain dan keluarga adalah sedekah,dan setiap langkah yang dilangkahkan seseorang untuk mendirikan shalat adalah sedekah, senyummu di depan saudaramu adalah sedekah”.Disamping hadits tersebut, juga terdapat sabda nabi yang mengatakan, ”Setiap tasbih, setiap tahmid, setiap tahlil dan setiap takbir adalah sedekah”.

Keimanan seseorang kualitasnya berbeda satu sama lain, jangankan menunjukkan keimanan yang tinggi sedangkan bukti keimanan yang rendah saja tidak mampu ditunjukkan.
”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnhya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, bilakah datangnya pertolongan Allah ? ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” [Al Baqarah 2;214].

Hadirin, sidang jum’at yang dirahmati Allah
Ketiga, malu sebagian dari iman. Yang dimaksud dengan malu disini yaitu malu berbuat kejahatan, kenistaan dan perbuatan lainnya yang merendahkan eksistensi iman seseorang, bila seseorang mengaku beriman sementara kejahatan dan prilaku tidak baik dilakukan juga baik melalui tindakan atau lisan maka keimanan orang ini tidak dapat dijadikan sebagai ukuran. Abu Hasan Al Mawardi membagi malu menjadi tiga macam yaitu;

1. Al Haya Minallah, yaitu malu kepada Allah, bila seorang muslim malu kepada Allah maka ujud malu itu dibuktikan dengan mengikuti perintah Allah dan menahan diri dari larangan-Nya.

2. Al Haya minannas, malu kepada manusia, sikap hidup ini yaitu menjauhkan diri dari sikap yang dibenci orang lain sehingga disenangi dan menimbulkan rasa simpati dan tidak bangga dengan sikap yang tidak terpuji.

3. Al Haya menannafsi, malu kepada diri sendiri yang mendorong seseorang berbuat yang terbaik untuk dirinya tanpa mengorbankan orang lain, ia selalu berusaha menjaga diri dari berbuat jahat.

Agar keimanan seorang muslim tetap tertanam lalu sedikit demi sedikit kokoh mengakar dalam jiwa maka harus dipupuk, dibina dari shalat ke shalat, dari jum’at ke jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan dan dari detik ke detik.

Tumpukan lumpur yang tidak berarti di tengah laut, dari waktu ke waktu diterpa angin dan badai, gulungan ombak, panas dingin cuaca silih berganti. Lama kelamaan menjadi batu karang yang kokoh tertancap dengan gagahnya demikian pula dengan iman.

Rasul menggambarkan bahwa iman itu mengalami fluktuasi, yaitu naik dan turun, bukti iman kita naik banyak ibadah yang dapat dikerjakan, sedangkan bukti iman sedang turun yaitu banyak maksiat yang kita gelar. [Mdr, 2009].


أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم


49. Syirik dan Bahayanya


Khutbah Jum'at
Drs. St. Mukhlis Denros
di Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu
Kecamatan IX Koto Sungai Lasi
Kabupaten Solok Sumatera Barat
Tanggal 09 Desember 2011


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.[Al Hajj 22;31]

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Ujud ketundukan seorang muslim kepada Allah adalah selalu menyanjungkan puji syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepadanya karena tanpa nikmat itu hidup kita tidak berarti, apalagi nikmat iman dan islam yang merupakan nikmat terbesar dari Allah Swt, semoga kita mampu membuktikan syukur itu dalam amaliyah ibadah yang kita lakukan.

Shalawat dan salam selalu kita sampaikan kepada Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, Nabi akhir zaman yang telah menunjukkan kepada dunia tentang kebebasan hidup untuk memilih dan meraih kebenaran hakiki yaitu Al Islam, dengan tidak melupakan para syuhada', para sahabat dan keluarga dan kaum kerabat beliau hingga akhir zaman.

Dari mimbar ini khatib mengajak kita semua untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, yang diiringi amaliah ibadah sehari-hari yang merupakan implementasi rasa syukur kepada-Nya. Adapun tema khutbah pada hari ini adalah'' Syirik dan Bahayanya".

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Konsekwensi iman seorang mukmin adalah :
1.Menjadikan Allah satu-satunya yang disembah [An Najm 53;62],
“ Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)’’

2. Menjadikan Allah yang ditaati segala aturan yang telah diwahyukan-Nya kepada hamba Allah yang mulia yaitu Muhammad saw [Ali Imran 3;32]
“Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".

3. Hanya mencintai Allah semata [At Taubah 9;24].
“Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Iman yang istiqamah bila tidak dipelihara dengan mengadakan pembaharuan setiap waktu serta tidak pula terjaganya hati mudah sekali dimasuki oleh syaitan untuk menggelincirkannya dengan berbagai sikap, sifat dan aktifitas syirik.

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Bila iman tauhid tercemar oleh syirik, ringan apalagi syirik yang tinggi yaitu mencari Tuhan lain selain Allah hingga riya’ dalam beribadah akan mendatangkan bahaya besar bagi ummat ini, bahaya syirik itu adalah;

Pertama, memadamkan cahaya fithrah; kesucian manusia telah mengakui Allah sebagai Ilah sejak dari alam ruh atau alam kandungan [Al A’raf;172] sebagaimana sabda Rasulullah,”Setiap bayi yang lahir dalam keadaan suci, maka orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi dan Nasrani”[HR. Bukhari]
”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

Kedua, mematikan tuntutan jiwa yang suci, jiwa membutuhkan yang baik, suci dan tauhid, syirik berarti mematikan jiwa yang suci dan menghambat tuntutan hati nurani manusia [Al Hajj 22;31]
”dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh”.

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Ketiga, bahaya syirik juga menghilangkan perasaan izzah/ harga diri, mereka yang melakukan perbuatan ini tidak ada harga dirinya dihadapan Allah dan manusia, karena perbuatan ini termasuk perbuatan penyelewengan aqidah;
‘Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita Telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang Kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada Mengetahui’[Al Munafiqun 63;8].

Keempat, syirik dapat menggugurkan amal shaleh sehingga segala kegiatan yang dilakukan walaupun berujud ibadah maka disisi Allah tidak akan dihitung dan tidak pula diperhitungkan, karena mereka telah mencemari pengabdian, tidak mengingkari tauhid yang suci;
“ Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”[Az Zumar 39;65]

Kelima, Syirik termasuk perbuatan zhalim yang besar sebab dia telah mengkhianati Allah swt, dari sekian kezhaliman maka syirik merupakan sebesar-besarnya kezhaliman;

“Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".[Luqman 31;13]

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Keenam, syirik yang tergores dihati ummat berarti telah merusak keimanannya kepada Allah, walaupun Allah mengampuni segala perbuatan dosa manusia dengan izinnya bila bertaubat, dan ini merupakan hak preogratifnya, selain itu syirik juga merupakan dosa besar;
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”[An Nisa ‘ 4;48]

Ketujuh, syirik yang dilakukan seorang hamba juga berarti telah menyeretnya kepada kesesatan yang jauh, lebih primitif dari pada orang-orang jahiliyah, dari sekian kesesatan maka syirik merupakan kesesatan yang sangat jauh, sulit untuk diberikan kesadaran , firman Allah dalam surat An Nisa’ 4;60
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka Telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.”

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Kedelapan, orang yang syirik kepada Allah dengan berbagai bentuk dan caranya, diharamkan untuk masuk syurga, tidak ada tempat disyurga bagi mereka yang telah mengingkari Alllah dengan melakukan syirik, syurga itu untuk orang-orang yang bersih aqidahnya, tempat yang syirik adalah neraka, Al Maidah 5;72 menjelaskan;
“ Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Demikian besarnya bahaya bagi mereka yang menserikatkan Allah, baik di dunia sampai di akherat Allah tidak simpati kepada mereka bahkan sia-sia hidupnya walaupun amal-amal mereka nampak, syirik inipun salah satu perbuatan orang-orang kafir sehingga keberadaan mereka sama saja dengan orang-orang kafir, wallahu a’lam.[Mdr, 2009]


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ



JADWAL KHATIB
MUKHLIS DENROS
TAHUN 2011

NO
TANGGAL
ALAMAT MASJID
JUDUL KHUTBAH
1.        
7 Januari  2011

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Cara mempelajari Islam
2.        
11 Februari  2011

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Memperkokoh Persatuan
3.        
19 Februari  2011

Masjid Al Munawarah Ps Sungai Lasi, Kec. IX Koto Sungai Lasi
Makna risalah dan kenabian
4.        
8 April  2011

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Lidah dan Ukhuwah Islamiyah
5.        
15 April  2011
Masjid Nurul Huda Balai Pandan Cupak Kec. Gunung Talang
Menyelami sang Pencipta
6.        
29 April  2011
Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Enam sikap merusak pribadi
7.        
27 Mai  2011

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Menghindari sikap ekstrim
8.        
24 Juni  2011
Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Akhlak pergaulan Muslim
9.        
8 Juli  2011

Masjid Nurul Huda Balai Pandan Cupak Kec. Gunung Talang
Kriteria akal yang cerdas
10.    
22 Juli  2011

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Mengisi momentum Ramadhan
11.    
29 Juli  2011
Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Amal-amal yang dilakukan di bulan Ramadhan
12.    
5 Agustus  2011
Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Sifat-sifat orang beriman
13.    
26 Agustus  2011

Masjid Al Munawarah Ps Sungai Lasi, Kec. IX Koto Sungai Lasi
Interaksi Muslim dengan Islam
14.    
23 September  2011
Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Lima cara memperlakukan hati
15.    
14 Oktober   2011

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Do’a hamba kepada Khaliqnya
16.    
28 Oktober  2011

Masjid Nurul Huda Balai Pandan Cupak Kec. Gunung Talang
Keutamaan 10 hari pertama Zulhijjah
17.    
06 Nopember  2011
Masjid Nurul Huda Balai Pandan Cupak Kec. Gunung Talang
Khutbah Idul Adha ; Tiga dimensi Kurban
18.    
18 November 2011 

Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Delapan penghambat Islam
19.    
09 Desember 2011 
Masjid Nurul Yakin Cubadak Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi
Syirik dan bahayanya